Shazia sedang tertidur tiba-tiba merasa haus, dia langsung keluar setelah mengumpulkan kesadarannya. Shazia menyalakan lampu ketika melihat ruang tengah sangat gelap. Walaupun dia melihat tv menyala, Shazia tetap menyalakannya karena tidak ingin ada sosok yang tiba-tiba muncul dan membuatnya terkejut. Setibanya di dapur, Shazia melemaskan otot leher dan membasuh wajahnya. Dia berubah pikiran dan memilih untuk merebus air untuk membuat cokelat panas. Shazia membuka kulkas dan mencari cokelat lalu menaruhnya di gelas. Tiba-tiba dia terdengar mendengar suara isakan. Shazia mencari sebuah sosok yang mungkin sedang menangis tetapi tidak ada sama sekali makhluk tak kasat mata di sana. Shazia menyipitkan matanya lalu menyadari ada seseorang yagn sedang berbaring di sofa. “Loh, bukankah Azril

