Sulit rasanya bagi Adrian untuk menjawab pertanyaan Demelza. Hanya dibalasnya tatapan mata Demelza dengan dingin. Dia tahu, usianya memang sudah matang. Karirnya juga mapan. Dan kebetulan sekali, melihatnya meminang putri orang adalah keinginan terakhir mendiang ibunya, yang sampai sekarang belum mampu dia realisasikan. Tapi itulah masalahnya. Adrian belum siap menjalani bahtera pernikahan. Sifatnya agak kaku dan kikuk di depan anak-anak. Dia tidak punya adik. Hanya punya dua orang kakak tiri dari hasil pernikahan kedua ayahnya. Sepanjang hidupnya, Adrian nyaris selalu dikelilingi oleh orang-orang yang usianya lebih tua darinya. Pekerjaan serta jabatannya menuntutnya untuk jadi pribadi yang tegas dan serius. Dia juga tidak suka mendengar suara tangis bayi. Apalagi kalau harus bangun di t

