Seandainya saja menghilangkan nyawa orang lain itu tidak melanggar hukum, Demelza pasti sudah menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa Adrian. Dia dibuat cemburu sekaligus dongkol setengah mati. Bagaimana bisa perempuan kurang waras bernama Paula ini menyusup dengan mudahnya ke apartemen Adrian? Dan yang paling parah, bagaimana bisa Adrian tetap bersikap baik pada Paula—bahkan dia juga memeluk dan mencium kepalanya—seakan-akan dia lupa kalau Paula baru saja mengancamnya menggunakan sebilah pisau? Jangan-jangan selama ini, Demelza bukan wanita pertama yang mendapat perlakuan manis dan menggairahkan dari manajer sekaligus calon pewaris perusahaan itu? Kekesalan Demelza bertambah parah saat Adrian benar-benar menyuekinya. Dia hanya berinteraksi dengan Paula. Menganggap Demelz

