Daffa benar-benar penasaran siapa orang yang sudah memberitahukan kepada ayahnya, soal dirinya yang sedang berusaha mendekati perempuan, tanpa sepengetahuan istrinya. Ia bahkan tidak ingat sama sekali jika dirinya selalu dipantau oleh kedua bodyguard nya itu, yang selalu setia membantu dirinya setiap saat. "Ya ampun, Pa. Siapa sih orangnya bikin penasaran aja. Oh, jangan-jangan teman papa ya yang memberi tahunya kalau aku sedang bersama—" Seperti biasa, belum juga Daffa selesai bicara, Tuan Dimas langsung menyelangnya lagi, "Dari bodyguard kamu lah! Sebelum kamu datang, mereka sudah datang terlebih dahulu ke rumah ini. Dan tentu saja papa langsung mengintrogasi mereka." "Ya ampun! Ternyata mereka! Aku hampir saja lupa sama kedua bodyguard ku itu," ucap Daffa dalam hatinya. "Dan apa ka

