Chapter 37 *** Ia mengkhianati Thea. Satu kalimat yang menyesak di rongga d**a, mampu menghilangkan kewarasan Ri Han. Tidak. Satu kalimat itu bahkan seperti vonis hukuman mati untuk Ri Han. Demi apa pun di dunia ini, ia sangat ingin melubangi kepalanya sendiri. Pengkhianatan adalah dosa terbesar, dan kini ia pun melakukan hal yang begitu menjijikkan. Tidak. Walau ia ingin mati sekalipun, semua itu tidak akan terjadi jika ia belum menyeret Arthur Choi ke neraka. Pria itu bahkan terang-terangan membuat jebakan untuknya dan berpura-pura menjadi korban. Ri Han sama sekali tidak menduga Arthur akan menggunakan drama busuk yang begitu rendahan. Dan sialnya lagi, ia bahkan tidak bisa mendapatkan bukti nyata yang bisa menyangkal semua yang ditujukan padanya. Beralih, kini manik tajamnya menat

