Epilogue

1640 Kata

Epilog *** Rintik hujan membasahi bumi. Yang ada hanya naungan mendung yang menumpahkan air mata. Di tengah derasnya air hujan, sosok wanita berpayung hitam berjalan dengan sebuket bunga di tangan. Beberapa saat kemudian, langkahnya terhenti di depan sebuah batu nisan. Menatap sendu, wanita itu meletakkan bunga yang ia bawa tepat di bawah nisan. “Aku pulang, Ri Han....” Sang wanita berbisik pelan sembari membelai lembut nisan berukirkan nama pria yang ia cinta. Tujuh tahun berlalu, dan kini ia kembali menjejakkan kaki di tempat kelahirannya. Makam suaminya tercinta adalah tempat pertama yang ia kunjungi. Rindu, kesedihan, cinta, air mata, segala rasa yang terpendam kini menyeruak saat ia mengingat semua kenangan bersama suaminya tercinta. Setitik air mata, jatuh bersama rintik air

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN