Chapter 42 *** Baru kali ini, ia merasakan tubuhnya tak berdaya. Rumah sakit, satu tempat yang sangat tidak ingin ia kunjungi, kini menjadi tempat singgah sementaranya. Menoleh, ia menatap selang infus yang terpasang di tangannya. Ia bahkan harus memakai alat bantu pernapasan hanya untuk menghirup oksigen. Ri Han tidak menyangka kondisinya begitu mengenaskan. Sudah berapa lama ia terbaring di sana? Tubuhnya seolah mati rasa. Melepas alat bantu pernapasan, Ri Han berusaha untuk bangkit. Duduk bersandar di kepala ranjang, pria itu hanya bisa menatap langit-langit. Apa yang terjadi setelah ia mengalami kecelakaan? Apakah Arthur Choi melepaskannya? Bagaimana dengan Thea? Apa istrinya tercinta baik-baik saja? Ah, Thea pasti sangat khawatir saat mendengar ia mengalami kecelakaan. Apakah ist

