Chapter 27 *** Saat Thea membuka mata, angin malam berembus melalui celah jendela. Mengerjap pelan, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang berbalut gaun tipis. Helaan napas menyela saat wanita itu tak menemukan sosok sang suami di sampingnya. Mereka tidak melakukan apa pun selain berpelukan sepanjang hari. Walau Thea merasa sedikit kecewa, tapi ia tahu Ri Han mengkhawatirkan dirinya. Lamunannya terpecah saat dering ponsel menginterupsi. Menatap ke layar ponsel, nama sahabat baiknya terpampang jelas di sana. “Ada apa, Nana?” sapanya, tepat setelah menerima panggilan. “Thea!” seru Nana. “Bagaimana keadaanmu?! Aku sangat mengkhawatirkanmu! Maaf, aku tidak sempat menjengukmu. Pacarku tiba-tiba mengajak ke Seoul.” Kekehan geli Thea terdengar. “Aku sudah lebih baik. Tidak usah k

