Chapter 40 *** Terbaring lemah, Thea hanya bisa menatap langit-langit dengan air mata yang bercucuran. Kepalanya menolak untuk memikirkan apa yang sudah membuatnya begitu menderita. Membelai lembut perut, kini hanya ada satu hal yang bisa mengembalikan kewarasannya. Benih kehidupan yang ada dalam perutnya menuntut untuk tetap tegar. Kenyataan bahwa suaminya bukanlah pria yang seperti ia kira, membuat dunianya tercabik seketika. Runtuh, porak-poranda. Lalu bagaimana dengan buah cintanya? Tidak. Walau dunianya hancur. Ia tidak akan membiarkan hal yang sama menimpa malaikat mungilnya. Menyeka air mata, Thea pun tersenyum lemah. Ia sudah kehilangan satu malaikat mungilnya. Kali ini, apa pun yang terjadi ia akan mempertahankan anaknya. Tidak peduli sebusuk apa pun ayahnya, calon anaknya te

