Thea bersumpah tubuhnya sekarang terasa seperti kehilangan tulang. Bibirnya tetap membeku walau ia tahu tatapan sang suami mengharap sebuah jawaban. Perasaan di dadanya campur aduk. Antara gugup, senang, bingung, semua bercampur menjadi satu. Ri Han belum pernah bertingkah seperti itu sebelumnya. Bahkan hatinya pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan dengan suaminya tercinta? "Ta-tapi ... bukankah kau masih marah denganku?" elak Thea seraya mencoba untuk bergerak. Memberi isyarat Ri Han bahwa ia tidak nyaman dengan posisi mereka sekarang. "Lalu?" timpal Ri Han tanpa ekspresi. Sejenak, wanita itu terdiam. Hingga senyuman canggung merekah di wajahnya. "Ri Han, sepertinya ada yang tidak beres denganmu." Itu adalah satu-satunya kemungkinan yang ada di benak Thea. Dari sisi pandangnya, tipe

