Chapter 24 *** Dari kaca jendela, Ri Han kecil melihat rintik hujan yang mulai menetes deras. Entah mengapa, ia merasakan sebuah ganjalan di d**a. Rasanya, ia tidak ingin keluar malam itu. Maniknya menatap resah. Firasat aneh menggelayut dalam benaknya, seolah memperingatkan bahwa mereka harus pulang secepatnya. "Ri Han, kenapa diam?" Seorang wanita cantik menoleh dan menatap heran pada putranya. Seperti biasa, senyum lembut sang wanita selalu melelehkan suasana. Ri Han kecil tidak menanggapi dengan senyum balasan. Bocah itu malah menatap keluar dengan bibir menipis. "Bisakah kita pulang saja?" ujarnya, tanpa repot menoleh. "Aku ... merasa tidak enak badan, Eomma." Gadis kecil samping Ri Han langsung menyahut. "Kebiasaan Ri Han, selalu menggagalkan rencana liburan. Padahal, ini juga

