“Ah, rupanya, kau mengenaliku. Bagaimana kabarmu? Ah, bodohnya aku bertanya seperti itu. Kabarmu pasti sangat baik bukan? Sangat baik, setelah membuat sebuah keluarga jatuh dalam jurang penderitaan yang mengerikan.” “Ba, Bagaimana bisa kau masih hidup?” tanya sang pensiunan hakim dengan nada bergetar dan mata melotot penuh antisipasi pada Reina yang masih menempelkan bilah tajam pedang pada lehernya. Reina menelengkan kepalanya sedikit lalu kembali menekan pedang tersebut pada leher pria tua itu. Walaupun hanya dengan sedikit tekanan, Reina sudah berhasil melukai kulit pria itu hingga mengeluarkan sedikit darah. Pedang milik Archard memang dibuat dengan kualitas terbaik dengan memastikan ketajaman dan beratnya yang ringan. Tentu saja, bagi Reina yang sudah berlatih seja

