“Bukankah aku sudah memintamu untuk tidak turun dari ranjangmu?” Mendengar hal itu, Reina mengangkat pandangannya dan menatap Archard yang masuk ke dalam kamar yang ia tempati dengan langkah cepat. Pria itu membawa senampan buah-buahan segar yang tampan dipotong dengan cantik dan mengguggah selera. Reina menghentikan gerakannya yang memang berniat untuk turun dari ranjang. Ia membiarkan Archard untuk mendekat padanya. Menyadari apa yang dilakukan oleh Reina, Archard pun mengulum senyum dan mempercepat langkahnya. Setelah meletakkan nampan di atas nakas, Archard berlutut di hadapan Reina lalu menggenggam kedua tangan gadis itu dengan lembut. “Bagaimana harimu?” tanya Archard. Reina menyurutkan senyumnya dan menjawab, “Membosankan.” Apa yang dikatakan oleh Reina memang be

