“Van, Om perlu ketemu seorang teman. Kamu gak apa-apa kan?” tanya Daffa. “A girl?” Daffa mengangguk. “Pacar Om?” “Bukan. Memang kalau ketemu perempuan selalu pacar?” Evan menggedikkan bahu. Mereka bertemu di dekat taman bermain, seorang perempuan berambut pendek dengan wajah manis dan pakaian rapi. “Hai, Daf, how are you?” “Good. Kenalin, ini keponakanku, Evan. Van, ini Aunty Sofia, teman Om.” Evan mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya. “Hai Evan, nice to meet you,” Sofia menjabat tangan Evan dengan lembut. Evan hanya mengangguk pelan. Ia tak suka berbasa-basi, apalagi dengan perempuan. Dan meski teman omnya ini terlihat baik, tetap saja Evan tak mau terlalu beramah-tamah. “Aku main ke sana boleh, Om?” Evan menunjuk area bermain. Daffa sedikit ragu, tapi kemudian meng

