Aku pergi keesokan harinya, sebelum temanku ini membocorkan keberadaanku. Dandi sudah berkeliling kota mencariku— jadi tinggal masalah waktu saja, aku tertangkap dan mencium bau manks itu lagi. Pak Doni mengajakku bertemu di halte bus yang itu— yang dekat dengan rumah Dandi. Apa dia sengaja ingin memberikan umpan padanya? Entahlah, tapi aku datang saja sesuai jam yang ia minta. Pagi ini mendung, padahal jam sepuluh tapi langit malah kelabu. Apa ini pertanda ya kalau akan terjadi sesuatu yang buruk? Atau cuacanya mengerti kondisi hatiku yang sendu? Tidak juga, sekarang masuk musim hujan, jadi cuaca tak menentu begini. Dandi pasti suka menghabiskan waktu denganku kalau suasana dingin seperti ini— Aku membayangkan minum teh hangat, lalu bergulung-gulung di kasur. Begitu saja terus sampai

