Pengganggu

1419 Kata

Mereka berdua berjalan bersama, Nathan sering kali melirik pergelangan tangan Yoona, ingin menggandengnya, tapi tak cukup berani melakukannya. Gadis itu kini kembali ceria, bersenandung sambil menggerakkan kepalanya perlahan. Nathan cukup lega melihat itu, karena dia tak ingin melihat Yoona larut dalam kesedihan.  "Bagaimana kalau kita mampir ke kafe? Aku sudah lama tidak mampir." Pinta Yoona sambil menganggukkan kepala, berharap Nathan segera mengiyakan permintaannya. Setelah beberapa detik, Nathan menggeleng, membuat raut wajah Yoona berubah menjadi cemberut.  "Bagaimana bisa kaumeminta hal itu? Aku sudah bersusah payah libur bekerja, ingin kabur dari kafe itu." Nathan memutar mata dengan jengah, lalu berjalan mendahului Yoona.  "Ayolah... Sebentar saja. Aku ingin mengintipnya dari lu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN