“Tunggu, Yoona! Berhenti!” Suara yang sangat terdengar familiar, bahkan sudah tidak ingin mendengarnya lagi, mulai mendekati Yoona saat gadis itu berdiri di depan mesin minuman otomatis. Dengan jengah, Yoona menoleh, melirik Dae In yang berlari ke arahnya—seorang diri. Wajahnya terlihat bahagia, dengan senyum membentuk lengkungan. Jauh berbeda, saat wanita itu sedang menangis sampai seseunggukan. Maafkan aku bersikap berlebihan padamu. Kau mau memaafkan aku—kan?” “Aku sudah tidak peduli semua tentangmu, maafkan aku!” Sebuah kaleng kopi terlihat keluar dari mesin minuman, cekatan Yoona meraih kaleng itu, lalu pergi begitu saja, seakan tidak membutuhkan jawaban Dae In. Untuk melihat wajahnya saja Yoona sudah tidak mau lagi. “Yoona, maafkan aku!” Teriak Dae In tanpa rasa malu, membuat oran

