“Sebaiknya kamu pergi,” ujar Belle. Gyan menoleh, menatapnya dengan ekspresi bingung. “Pergi? Ke mana?” “Ke Paris, mon loup,” jawab Belle datar. “Memangnya kamu lupa meninggalkan siapa? Kamu harus jemput Monsieur François ke safehouse. Bawa beliau pulang.” Tersua hening sejenak. Bahkan ombak seperti sengaja berhenti menghantam tebing. “Aku tidak lupa. Oncle akan kujemput nanti,” sahut Gyan. “Bukan nanti, tapi sekarang,” balas Belle. “Sekarang?” tanya Gyan. “Sekarang,” ulang Belle. “Madame dan Giselle juga pasti sudah khawatir. Kamu belum menghubungi beliau kan? Dan Monsieur François juga sudah terlalu lama berada di tempat yang tak seharusnya.” Gyan menghela napas pelan. Ia menatap laut, lalu kembali ke wajah Belle. “Matteo bilang, Oncle stabil.” “Stabil bukan berarti baik-baik

