“Oke! Kita perlu sofa besar di ruangan ini. Letter U,” ujar Belle sambil mengitari ruang keluarga. “Tapi tetap tidak terlihat aneh kalau kita memisahkan bagian-bagiannya,” sahut Gyan. Ia berdiri di tengah ruangan, memutar badan, lalu menunjuk beberapa titik. “Kalau kamu ingin baca di sini, aku bisa duduk di sana. Tanpa harus saling mengganggu.” “Aku setuju!” timpal Belle. “Dan putih atau krem.” Gyan menimbang sejenak. “Selama belum ada anak-anak, aku aman dengan itu.” “Sekalipun sudah ada anak-anak,” balas Belle. “Kita bisa mengajarkan soal kebersihan sejak dini.” Gyan mendengus pelan, bahunya melemas. “Kamu yakin?” “Mamma melakukan itu,” jawab Belle. “Dan kamu bukan Mamma, love,” sanggah Gyan. “Aku bisa,” sahut Belle, tenang, percaya diri. “Dan sepertinya memang harus begitu. Suli

