“Aww,” pekik Bastian ketika Clarissa menyentuhkan kapas di bibirnya. Membuat luka di bibirnya terasa begitu perih. Clarissa yang mendengar hanya menghentikan sejenak dan kembali mengalihkan pandangan, menatap ke arah luka di bibir Bastian. Dengan telaten, dia mulai mengobati luka di bibir pria tersebut. Tidak mempedulikan desisan yang terkadang Bastian keluarkan. Clarissa mulai membuang napas pelan ketika sudah menyelesaikan tugasnya. Dia menatap ke arah Bastian dan mengulas senyum lebar. “Sudah selesai,” ucapnya dengan tatapan lembut. Bastian yang melihat senyum wanita tersebut hanya diam, menatap ke arah wanita di depannya lekat. Entah mengapa, rasanya dia benar-benar terhipnotis dengan tatapan lembut wanita tersebut. Clarissa yang sudah selesai mengemasi kotak obat langsung bangkit

