Bagian 94

1341 Kata

            Hening. Friska hanya diam dan menatap jalanan di depannya lekat. Sejak tadi dia hanya duduk di halte tidak jauh dari restoran tempatnya dan Albert bertemu, menunggu sesorang yang tidak juga datang. Bahkan, jalanan di depannya sudah terlihat sepi dan hanya beberapa mobil saja yang melintas. Bukan karena waktu yang sudah terlalu larut, tetapi memang hari yang semakin menggelap dan tidak seperti biasanya.             Friska mulai mendongak, menatap langit gelap dan membuang napas pelan. Aku rasa akan segera hujan, batinnya kembali menunduk dan mengamati sekitar.             “Apa Bastian tidak jadi datang?” tanya Friska dengan diri sendiri. Pasalnya, sejak tadi dia tidak melihat pria tersebut datang. Sudah hampir tiga jam juga dia menunggu dan belum ada tanda kehadirannya.      

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN