Hangatnya Mentari Pagi

1924 Kata

Terdiam kumenatap sosok jangkungmu Menghantarkan rasa hangat di rongga dada Mendebarkan tiap mata kita terpaut Inikah arti dari cinta? *** Hangatnya Mentari Pagi Seorang pemuda berdiri di samping jendela kamar yang menjulang. Mata kecoklatan miliknya menatap awan berarak di langit biru. Sesekali tertangkap oleh penglihatan sekumpulan burung terbang bersama kawanannya. Matahari bersinar terik walaupun hari masih terlalu pagi. Ia memakai sebuah sweater rajut wol berwarna biru dongker bawahannya adalah celana jins panjang hitam. Tidak lupa menyelipkan earphone di telinga. "Selamat pagi." Ia menoleh pada sosok yang berdiri di ambang pintu. Ibu yang sangat dicintai dan hormati. Di tangannya terdapat sebuah nampan kayu, membawa segelas s**u vanila dan sepotong roti panggang. "Ibu tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN