Adakalanya Rein membenci kenyataan yang ada, kalau ia begitu merindukan kehadiran Julian. Mendapat telepon di malam hari membuat senyuman tidak hentinya mengulas di wajah. Panggilan video yang begitu dirindukan olehnya. Julian menghubungi setelah beberapa minggu menghindarinya. Dan, sekarang pemuda itu bersikap biasa saja. Seolah tidak pernah ada yang terjadi. Baik itu perbedaan pendapat atau pertengkaran kecil sehingga mereka harus menjauh untuk beberapa waktu. “Sudah makan?” tanya Julian membuyarkan lamunan Rein. “Kamu nggak ada mau bahas sesuatu?” ungkap Rein balik bertanya. Sosok tampan berambut cokelat tua tersebut tersenyum tipis. Pemuda itu paham kalau kekasihnya pasti sedang kesal. Ia memahami kalau alasannya karena ketidakhadiran dalam beberapa minggu. “Hmm.. Aku ingin membaha
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


