Ending

1617 Kata

“Maaf, Sayang, hari ini Mas terlambat datang. Tadi Papa minta Mas untuk memeriksa cabang mini market yang ada di Klandasan,” ucap Randi penuh sesal. “Jangan marah, ya.” Randi mengubah posisi duduknya agar lebih dekat. “Tadi aku jemput Kia. Wajahnya makin mirip sama kamu. O, iya, kemarin sore Kia diomelin sama Mbak Sarah gara-gara dia manjat pohon rambutan. Kamu tau dia bilang apa waktu ditanya?” Randi tertawa kecil mengingat kejadian kemarin sore yang membuat orang serumah heboh. Bocah sepuluh tahun itu tiba-tiba hilang dan di temukan sedang asyik nongkrong di atas pohon sambil memakan buah berambut. “Dia bilang lebih enak makan langsung di atas pohon, bisa milih yang merah-merah. Kata Kak Andre, kelakuan Kia sama persis sama kamu, ibaratnya Kia itu duplikatnya kamu.” Randi mengembuskan

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN