“Karena semua sudah setuju, maka pernikahan Randi dan Desi akan diselenggarakan secepatnya.” Kalimat terakhir yang diucapkan Bu Wati menjadi penutup pertemuan sekaligus sebagai pembuka gerbang penderitaan bagi dua insan yang sama kalutnya. Rona bahagia terlihat jelas pada wajah wanita berusia senja itu. Bayangan menimang dan bermain dengan seorang cucu sudah menari-nari di pelupuk matanya. Berbanding terbalik dengan sepasang manusia yang terjerat belenggu luka. Anak panah tak kasatmata menghunjam punggung hingga menembus pusat kehidupan mereka. Sadar atau tidak, wanita berstatus ibu itu baru saja menciptakan neraka untuk sang putra. Awan mendung menyelimuti langit yang semula ramai dengan kelap-kelip bintang. Seakan tak puas, gumpalan gelap tersebut juga menutupi cahaya bulan. Kencangn

