Melodi menggigit bibir. Sialan! makinya kesal dalam hati. Ia tadi hanya berniat menggoda Ethan, tapi justru ia sendiri yang tergoda. Beruntung Ethan cepat mematikan panggilan video mereka. Kalau tidak, mungkin ia akan meminta pria itu untuk mendatanginya ke sini malam ini. Melodi menepuk pipinya sedikit kuat dan menggelengkan kepala pelan, berharap dengan itu ia bisa menghilangkan panas di tubuhnya dan kembali konsentrasi pada bacaannya seperti semula, sebelum Ethan menghubunginya tadi. Agak sulit memang. Juga perlu waktu hampir lima belas menit bagi Melodi untuk kembali seperti sediakala. Selama itu yang bisa dilakukannya adalah memikirkan hal-hal yang membuatnya senang dan bahagia tetapi bukan Ethan. Ia juga berusaha membaca buku-buku yang berserakan di meja. Buku-buku itu tadi ia yang

