Amanda hampir putus asa. Namun, di saat-saat terakhir Ethan menjawab panggilan teleponnya. Amanda memekik tertahan saking bahagianya. "Ethan, kau di mana? Kenapa baru menjawab panggilanku sekarang?" tanya Amanda tanpa basa-basi. "Aku sangat khawatir padamu." "Hai, Amanda!" Amanda terhenyak. Bukan suara Ethan yang didengarnya melainkan suara Melodi. Di mana Ethan? Apa yang terjadi pada pria itu? "Apa kau juga menghubungiku tadi?" Amanda diam, masih belum dapat bersuara. Ia syok mengetahui Melodi yang menjawab panggilannya di ponsel Ethan. "Maafkan aku, Amanda." Suara Melodi yang terdengar menyesal sampai di indra pendengaran Amanda. Namun perempuan berusia dua puluh tiga tahun itu tetap tak menyahut. "Tadi aku di halaman belakang dan aku lupa membawa ponselku. Ethan juga seperti i

