"Jadi, kau juga berasal dari panti asuhan?" Melodi mengangguk menjawab pertanyaan Ethan sambil tersenyum manis. Ia bangga mengatakan kebenaran tentang dirinya. Tak pernah terbersit sedikit pun rasa malu untuk mengakui asal-usulnya itu. Untuk apa ditutup-tutupi, tempat asalnya bukanlah tempat yang memalukan. "Aku berasal dari sebuah panti asuhan di pinggir kota," ucap melodi tanpa malu. "Aku tumbuh dan besar di sana." Pandangan Melodi menerawang, mencoba mengingat mungkin saja ada yang terlupa. Namun tidak ada, ia masih mengingat semua kenangan itu dengan jelas. Sejelas ia dapat melihat langit biru yang tampak selalu mengikuti mereka. "Aku juga berasal dari panti asuhan." Eh? Melodi yang tadi duduk santai dengan punggung menyandar dan tatapan lurus ke depan terkejut. Perempuan itu me

