Setelah sakit di inti tubuh istrinya mulai berkurang. King kembali memasukkan torpedonya yang masih tegak berdiri ke dalam inti tubuh istrinya. "Mas.., ah.., pelan.. masih sakit." lirih Hera yang masih merasakan perih di inti tubuhnya. King mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya yang awalnya perlahan namun lama-kelamaan menjadi semakin cepat. "Ahh.., oh, ah.., sayang.., sempit banget! aku suka!" ujarnya disela-sela goyangannya. Desahan keduanya memenuhi seisi kamar saat ini. Hera terlihat pasrah di naiki King berkali-kali. Ia sudah sangat kelelahan namun suaminya laksana kuda liar yang baru keluar dari kandang. Ia terus menaiki Hera sampai fajar menjelang, kegiatan panas itu baru usai. Keduanya terlihat tertidur, ambruk kehabisan energi tanpa sehelai benangpun hanya selimut yang menutupi

