“Mampus!!” Kalvin memandang ngeri ke arah arlojinya. Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam lewat, dan ia lupa untuk dinner bareng adiknya, Ella. Sambil masih melihat ke arah arlojinya, Kalvin berjalan dengan tergesa-gesa menuju pintu keluar. Ia baru saja selesai meeting dengan salah satu kliennya, di sebuah restoran hotel Bintang 5. Namun ia lupa waktu, lantaran pusing dengam permintaan kliennya yang terlalu banyak maunya. Masih dengan langkah jalan yang tergesa-gesa, Kalvin bahkan tidak peduli baru saja menabrak seseorang. Semua barang dan berkas-berkasnya bercucuran kebawah, membuat Kalvin menggeram kesal. “Damn it” kesalnya memandang ke seseorang yang kini berdiri di hadapannya. “Are you okei?” ucap orang itu datar. Sambil mengumpulkan kertas-kertasnya, Kalvin mendongakk

