“Putusin sekarang!” Perintah Khafi kesal. Laki-laki itu sedari tadi jalan mondar mandir, membuat Ella jadi kesal sendiri. “Apa salahnya sih aku pacaran kak?” Tanyanya masih tidak terima. “Kalau pacar kamu modelan begitu, mending enggak usah pacaran.” Jawab Khafi. “Jadi kalau enggak modelan kayak begitu, boleh?” Tanyanya penasaran. “Ayo aaaaak” Kalvin mengarahkan sendoknya menuju bibir Ella, menyuapi gadis itu seperti janjinya tadi. “Lagian aku juga tahu kok sifat asli Althair itu seperti apa. Makanya aku mau pacaran sama dia, mau buat dia nyesal” bela Ella dengan mulut penuh nasi. “Allahuakbar” desah Khafi tidak percaya. Punya adek kok begini amat. “Ella, kamu tahu gak kalau sekalinya b******k, selamanya tetap b******k. Kamu masih terlalu muda dek, buat mengerti tentang laki-
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


