“Sini lo!!! Gue ajarin jadi perempuan yang benar” sinis Ella. Ara masih belum beranjak dari tempatnya. Matanya memandang tajam Ella, berusaha menilai penampilan gadis yang berada didepannya. “Oh, ini ya, yang kata Khafi adek angkatnya yang manja” Ara memiringkan kepalanya, dan tersenyum mengejek. Bukannya marah atau kesal, Ella hanya mendengus malas. Matanya masih memandang Ara dengan tidak sopan, terlihat merendahkan lawan bicaranya. Ara membalikan posisi badannya, menghadap langsung kearah Ella. Kaki Ara melangkah perlahan menuju kursi kayu tempat Ella duduk. Gadis itu membungkuk, posisi kepalanya hanya beberapa cm dari kepala Ella. “Dengar anak kecil, seharusnya lo itu sadar diri dengan posisi lo. Lo enggak lebih berharga dari pada gue dimata Khafi ataupun Kalvin” sinis Ara.

