“Papa!!!” teriak gadis itu sambil berlari kearah papanya. Diluar ruangan, sudah tampak ramai. Mulai dari petugas kepolisian, Iwan cs, kakak-kakaknya, dan pria-pria berjas hitam, yang Ella tidak tahu itu siapa. Thomas memeluk erat putrinya, Ella dengan kencang. Meluapkan rasa rindu dan ketakutannya. Ia bahkan tidak mempedulikan orang lain yang melihatnya kini sudah menangis. “Kamu udah aman ya nak sekarang!!” ucap pria paruhbaya itu sambil menciumi wajah Ella. “Kok lama banget sih Pa? Ella udah kelaparan. Dia enggak Kasih Ella makan” lapor gadis itu, yang masih Setia memeluk papanya. “Maafin papa sayang. Nanti papa suruh om polisinya hukum dia seberat-beratnya. Sekarang kita pulang ya, mama sudah masak makanan kesukaanmu” ucap Thomas menenangkan putrinya. Tangisan Ella pecah ak

