Part 25. Ungkapan Perasaan

1139 Kata

Waktu masih menunjukkan pukul setengah delapan malam saat Arfa dan Rangga duduk di teras. Mengobrol sembari menunggu Yona pulang. Malam itu entah perasaannya saja atau memang benar adanya, Arfa merasa ada yang berbeda dari Rangga.  Arfa bukan tipe orang yang suka mencampuri urusan orang lain meskipun Rangga adalah sahabatnya. Alih-alih bertanya tentang keadaan Rangga yang terlihat berbeda, Arfa lebih suka diam dan menunggu. Jika sahabatnya itu bercerita, maka Arfa akan mendengarkannya. Sebab, Arfa memiliki pemikiran bahwa tidak semua orang ingin membuka masalahnya pada orang lain. Arfa hanya tidak ingin melanggar batas-batas hal yang dianggap pribadi.  "Yona ini kemana sih, lama juga." Ucap Arfa sambil memegang ponselnya, menghubungi Yona. Namun belum juga nada sambung itu terdengar, sua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN