Rangga pergi setelah puas menggoda Arfa hingga wanita itu kesal padanya tadi. Bukan salah Rangga, karena memang kalimat yang diucapkan Arfa tadi secara tersirat mengandung perhatian untuknya. Maka saat Rangga menggodanya, Arfa mendelik lalu melemparkan sebuah pulpen di atas meja ke arah kepala Rangga. "Jangan halu kamu, Ngga. Sana pulang." Usir Arfa galak. Sementara itu Rangga hanya terkekeh geli sambil berlari kecil menuruni tangga. Saat ini Rangga sedang mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah gedung olahraga. Setiap dua atau tiga kali dalam sepekan, Rangga memiliki jadwal rutin untuk berolahraga. Entah itu bermain futsal, pergi ke gym, atau bulu tangkis. Dan hari ini, lelaki itu memilih untuk bulu tangkis. Mobilnya sudah terparkir rapi di halaman gedung yang cukup sepi. Biasanya gedu

