Part 47. Pergi (I)

1582 Kata

Rangga dan Renan tentu saja dibuat bingung karena tiba-tiba Arfa berteriak dengan telunjuknya mengarah tepat di depan wajah Rangga. Sementara di wajah Arfa tergambar berbagai emosi yang campur aduk menjadi satu. Antara emosi, khawatir, panik dan juga takut. Sungguh Arfa tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika Yona benar-benar hilang. Otaknya seketika buntu tidak bisa digunakan untuk berpikir.  Air mata sejak tadi tidak bisa dia hentikan. Terus mengalir bak hujan yang tidak berkesudahan. Suaranya serak bahkan sudah hampir menghilang. Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Yona belum juga diketahui kabarnya. Renan sejak tadi sibuk menelepon teman-teman satu angkatan Yona namun tidak ada yang tahu keberadaannya. Arfa bersikeras ingin mencari Yona, kemanapun. Bahkan jika harus m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN