“Eh, Yona sudah datang. Mama kamu mana?” Suara Hasna seketika memutuskan tatapan antara Yona dan Rangga. Hasna mendekat dan memeluk lengan Rangga sambil tersenyum ke arah Yona. “Mama kamu mana, Na?” Yona mendehem, menetralkan suaranya yang seolah hilang seketika. “Ehm… Ada, Kak. Mama lagi ke toilet.” Tepat ketika Yona menyelesaikan perkataannya, Arfa muncul. “Hai, Na. Apa kabar?” Arfa mendekat sambil tersenyum pada Hasna yang masih di posisinya. Tepat di samping Rangga dengan tangan yang memeluk lengan tunangannya itu. Dalam hati Yona bergumam, “Iya. Tau. Gaga milik kamu Kak Hasna. Nggak usah lebay gitu deh.” “Baik, alhamdulillah. Yuk masuk, kita udah ditungguin anak-anak.” Ajak Hasna pada Yona dan Arfa. Sementara itu, Rangga sejak tadi masih berada dalam keheningan. Sesekali

