To : Kak Renan [Boleh, Kak.] [Kebetulan aku memang lagi perlu saran buat mendaftar kuliah nanti.] [Ketemuan di Kaefsi aja sekitar jam empat sore.] [Pulang sekolah aku masih ada bimbingan belajar soalnya.] Akhirnya Yona lega karena berhasil memikirkan alasan yang dia cari. Memang, yang namanya alasan akan selalu ada jika dicari. Renan pun setuju saja dengan rencana Yona tadi. Keesokan harinya, saat Yona menceritakan tentang janjinya bertemu dengan Renan nanti sore pada Iva, sahabatnya itu langsung heboh. Dia kembali mengatakan bahwa semua itu sesuai dengan dugaannya. Tidak lupa Iva berpesan pada Yona untuk bagi-bagi jika dia dapat voucher gratisan lagi nanti. Yona langsung saja menjitak kepala Iva. “Sakit, Na. Tega bener ih.” Iva terlihat mengusap-usap dahinya yang baru saja dijitak

