Saatnya Tersenyum

1694 Kata

"Kau bisa bereskan semuanya kan? Jangan sampai wanita itu menyebarkan bukti tentang wanita tua itu!" tegas Juan, kepada Ari dibalas anggukan olehnya dan juga Anggara yang ikut serta membantu Juan. Juan berjalan bersama dengan istrinya, keluar dari acara pesta yang semeraut. Di ikuti Ari dan Anggara beriringan dengan anak buahnya membawa Leo yang sudah penuh luka di wajahnya. "Singa itu tertidur terlalu lama, hingga pas bangun membuat seseorang yang membangunkannya menjadi debu, haha. Aku suka itu!" tawa Anggara berjalan mengikuti Juan. Ari hanya merinding sembari mengangguk. Memang daripada Anggara yang kejam, Juan jauh lebih mengerikan dari kelihatannya. Jika dia sudah berniat untuk menghancurkan seseorang, maka akan dengan sangat lancar baginya. Apalagi, dia memiliki teman dari berb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN