Sepanjang perjalanan, Maria masih terdiam. Dia memiliki perasaan bahwa Juan ada ada disana namun dia tidak tahu jika Juan memang ada di sana Dan tidak menampakan dirinya. Nana yang yang sedari tadi memperhatikan Maria, dia bersikap seakan-akan tidak menyadari bahwa Maria tengah berharap seseorang datang menjemputnya. Bahkan hampir setiap hari, ia seakan-akan menunggu seseorang menemuinya. Meski mereka berdua menghabiskan waktu bersama, namun tidak memungkiri tentang perasaan Maria yang masih berharap kepada Juan. "Kamu mau makan apa Sayang?" tanya Nana mengalihkan perhatiannya namun dia masih memegang kemudi. "Memang ada makanan enak?" balas Maria mengalihkan suasana. Dia tahu bahwa suaminya menyadari tentang sikapnya yang tanpa kerasa beralat seseorang datang bahkan terlihat sangat

