Ari mengangguk, menanggapi Juan, dia kini berjalan berpamitan pada tuannya untuk kembali. Dia berjalan dan membuka pintu ruang kerjanya. Dia berpapasan dengan Maria yang masih berdiri di tempat semula. "Saya permisi Nyonya!" pamit Ari membungkukan tubuhnya. "Hmm, apa tuanmu sadar?" balas Maria. "Tuan baik-baik saja Nyonya," angguk Ari. Maria hanya terdiam dan mencoba untuk memperhatikan Juan yang dimana dia berharap mantan suaminya itu keluar dari ruangannya. Ari sempat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Maria, namun dia urungkan mengingat tentang dirinya yang yang masih belum mengerti tentang Juan. "Saya permisi dulu ya Nyonya! Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan," pamit Ari. Maria mengangguk, dia melihat Ari yang berjalan meninggalkan kediaman tanpa menunggu Juan unt

