Dia anakku

2190 Kata

Maria tertegun saat mendengar penuturan suaminya, yang berbicara dengan apa adanya. Bahkan terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan anak mereka. Dia tidak menyangka jika Nana dengan wajah bahagia dan tulusnya mengatakan jika itu anak mereka. Maria merasa ragu untuk berbicara padanya, takut dia salah berbicara jika dia mengatakan hal yang membuatnya ragu. "Kenapa Sayang?" tanya Nana tidak mengalihkan pabdangannya pada jalanan. "Ah, nggak!" Maria menggelengkan kepalanya. "Kamu pasti ada banyak pertanyaan? Tanyakan saja, aku pasti menjawabnya," ucap Nana. "Emm, Na. Kamu mau menerima anakku?" Maria berbicara dengan ragu. Nana hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tidak segera menjawabnya. Namun dia menoleh ke arah istrinya yang tengah menatapnya dengan penuh penasaran kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN