“Apa-apaan kau? Dia sedang tidur!” bantah Jackson panik. “Aku bisa membangunkannya sambil mencumbunya. Dia selalu meresponku dengan baik. Terserah jika kau mau menonton kami,” kata Ali memprovokasi dengan senyum andalannya yang selalu membuat jantung Jackson kebat-kebit. Ali untuk kembali mendekati Love, seakan benar-benar bermaksud melakukan apa yang tadi dia katakan. Dia baru melangkah dua langkah saat Jackson menarik tubuhnya dan mendorongnya ke tembok. “Siapa yang mengijinkanmu bersamanya?” geram Jackson. Wajahnya memerah karena campuran marah dan mabuk. “Aku tidak perlu ijin siapapun untuk bersama siapapun yang kuinginkan,” jawab Ali santai. Dia tahu kalau dia sudah berhasil membuat Jackson cemburu. “Tidak. Kau tidak bisa!” kata Jackson tegas. “Kalau begitu, aku harus bersama s

