“Keluarlah, Jana!” perintah Sonya tanpa menoleh pada sekertaris Jackson itu. Jana baru undur diri setelah melihat Jackson melambaikan tangan menyuruhnya keluar. “Apa kau tidak punya tangan untuk mengetuk pintu?” tanya Jackson dingin. Sonya terbelalak saat mendengar perkataan Jackson, sedangkan Ali langsung membuang muka ke arah lain agar tidak terlihat kalau dia sedang menertawakan wanita itu. Saat melihat Sonya barusan, dia memang terkejut karena merasa kalau wanita itu hari ini terlihat cantik, tapi saat mendengar suara dingin Jackson, dia langsung ingin menertawakan wanita itu, yang jelas tujuannya adalah membuat Jackson terpesona tapi malah diomelin. Poor Sonya! “A-aku kan wakil CEO, jadi tidak masalah kalau aku masuk ruanganmu.” kata Sonya berusaha menetralkan suaranya karena dia m

