22. Jalan

1787 Kata

Risa berlari kecil kearah Bayu yang sudah menunggu di depan pintu kedatangan lalu memeluknya erat. Kakinya berjinjit memberikan satu kecupan pada bibir Bayu. "Ini kenapa?" tanya Risa sambil menyentuh sudut bibir bayu yang terlihat membiru dengan jarinya. Bayu hanya diam lalu tersenyum. "Yuk." ajaknya sambil mendorong troli yang penuh dengan koper dan barang barang Risa lainnya. Meskipun khawatir, Risa memutuskan untuk tidak lagi bertanya. Dia kemudian berjalan kesamping mengikuti langkah Bayu. "Kamu mau makan di luar atau langsung balik ke apartemen?" tanya Bayu sambil memasukkan koper dan barang barang Risa yang lainnya ke bagasi. "Langsung balik aja." jawab Risa saat Bayu sudah masuk mobil.  Mengikuti kemauan Risa, Bayu kemudian menjalankan mobilnya. Risa memutar tubuhnya, m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN