Bagian 64

1859 Kata

Rinnly dan Rey sampai di pasar tradisional. Mereka masuk ke dalam pasar itu, telinga mereka di sambut oleh suara gamelan khas jawa dan pakaian surjan lengkap dengan blankon untuk lak- laki dan kebaya lurik untuk perempuan. Rinnly yang suka nonton film horor teringat adegan di mana pemainnya nyasar di pasar begini tengah hutan. Pasar ini juga adanya di pinggir hutan dekat tempat tinggal penduduk setempat. “Aku jadi takut, kayak film horor.” Bisik Rinnly ia tidak sedikit menjauh dari Rey yang sedang berburu jajanan. “Makanya berenti nonton horor. Ini pasar masih pagi lagi. Mau jajan apa?” “Apa ya.” Rinnly mengikuti langkah Rey berkeliling melihat jualan makanan, karena perutnya sudah kenyang ia minta alpukat kocok saja kebetulan ada yang jualan. Sedangkan Rey makan soto. “Nih duitny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN