Raya mengikuti langkah mereka berdua menuju ruang rapat, pas sampai sana ia melihat suaminya bekerja. dibalik pintu kaca ruangan itu ia melihat suaminya sedang berdiskusi sambil berdiri dan menjelaskan sesuatu, sepertinya proyek besar. Raya tidak tau kalau di sini lebih enak hidupnya nanti, sepertinya ia akan ikut bekerja mendampingi suaminya kemanapun, ia tidak akan melepas ATM berjalanannya ini. Bayangin perusahaan sebesar ini punya suaminya lalu ia akan menjadi istri dari suaminya itu. Sepertinya ia akan ikut kerja bagian memegang semua uang perusahaan ini. Raya di suruh oleh mereka untuk tunggu si ruangan David dan di antarkan oleh Rega lalu Dera masuk ke ruang rapat. Kebetulan ruang rapat dan ruangan David beda dua lantai. “Aku tidak tau jika ini perusahaan David selama di balikpapa

