Ayu tengah makan begitu pun dengan suaminya. Mereka sama- sama diam dan sibuk sama pikiran masing- masing. Ayu menyentakan sendoknya ke capit kepiting agar cangkang oren itu terbuka, David yang peka langsung mengambil alat penjepit kepiting dan mengambil capitan kepiting dari tangan Ayu. David memasukkan capitan itu ke dalam tuas penjepit lalu menekannya hingga capitan itu remuk. Setelahnya ia melepas penjepit itu dan diletakkan di meja. Jari jemari David mengeluarkan isi dari cangkang capit itu dan diberikan ke Ayu. Ayu merasa sangat senang melihat suaminya yang begitu memperhatikannya. Jujur saja Ayu merasa sedih karena akan ditinggalkan oleh suaminya tersebut, perasaannya seperti ada sesuatu yang misterius tapi Iya tidak tahu itu apa. “Ada apa? Kenapa wajahmu begitu? Seperti tidak sen

