-°| [65%]

1012 Kata

" Pagi sayang," sapa Aldan lalu mencium kening Keira lembut. Sial! Jantung Keira serasa ingin lari kompilasi Aldan mencium keningnya. Sebenarnya ini sudah berkali-kali Aldan melakukan itu, tapi tetap saja membuat Keira salah tingkah. Dan bisa dipastikan rona merah sudah disetujui nangkring di pipi Keira sekarang. Berkat kekuatan dewi bulan dan dewa laut, Keira menjawab sapaan Aldan, " Pagi, Al," ya kalau itu terdengar sedikit kikuk, makin kan dijawab. Aldan tersenyum manis ke arah Keira. Tangannya dengan lihai membelai rambut lembut Keira. Sial! Jantung Keira semakin berdebar-debar nggak karuan. Senyum Aldan manis banget. "Peluk ya?" tanya Aldan lembut. Entah dorongan dan bisikan setan mana sehinggaa Keira menganggukkan lebih tinggi, tanda mengiyakan permintaan Aldan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN