-°| Rasa

1256 Kata
Saat ini Aldan dan Keira berada di dalam kamar Keira. Mereka hanya duduk di sofa monokrom bermotif panjang dengan kepala Keira berada di bidang milik Aldan. Sunyi Tidak ada obrolan sama sekali. Aldan sibuk memainkan ponsel Keira, sedangkan Keira tengelam saat berbicaranya. " Aldan kok g****k ya? Bisa-bisanya dia percaya gitu aja kalo gue demam beneran, padahal kan tadi pagi gue udah bilang mau mandi, dan otomatis kalo gue ngomong gitu gue lagi sehat dong ya, lagian kan dia juga tau kalo gue lagi gitu mulainya pasti malem dan paginya udah tepar-tepar loyo gajelas gitu. Elah biarin deh, ngapain gue mikirin itu. Mending mikir gimana cara ngerjain si Aldan aja deh! " Batin Keira. "Al," lirih Keira seraya mendongakkan menerima menatap Aldan. "Hm," pikir Aldan yang tetap fokus pada ponsel Keira. "Pengen pizza ," ucap Keira manja seraya mengundang matanya yang puppy . "Kamu lagi sakit sayang, nggak boleh makan pizza," kata Aldan sambil mengelus pipi Keira lembut "Yaudah burger aja kalau gitu," "Burger juga nggak boleh!" " Hotdog ," "Nggak boleh sayang," "Ini nggak boleh, itu nggak boleh, terus bisanya apa?" "Sup merah sama bubur," jawab Aldan santai. Keira berdecak kesal. "Nggak mau ah! Bosen!" rengek Keira. "Terus kamu maunya apa?" "Nasi goreng se ..." "No junkfood, No seafood!" kata Aldan tegas sebelum Keira menyelesaikan ucapannya. Keira berdecak kesal. Tadi niatnya mau minta nasi goreng seafood, tapi ngomong belum selesai aja udah di potong. Sial emang. "Mau sup merah apa bubur?" "Mau soto. Kalau nggak boleh makan soto. Nggak usah makan aja sekalian!" jawab Keira finish. "Oke soto. Aku pesenin dulu," Darren tiba di rumahnya 30 menit setelah Aldan tiba. Darren memarkirkan mobilnya di depan pintu utama rumahnya dan bergegas masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa. "Loh Den Darren udah pulang?" tanya Bi Sulis. "Iya Bi, bolos," jawab Darren di sertai cengiran sok polosnya. "Loh, kok bolos Den?" "Pengen aja bi, eh Keira sama Aldan di kamar apa di taman belakang bi?" "Di kamar, Den," "Yaudah ya Bi, Darren ke kamar Keira dulu," ucap Darren seraya melangkahkan kakinya menuju kamar Keira. "Iya Den." . Brakkkkk. . . . Suara hantaman pintu yang dibuka dengan tidak santai Aldan dan Keira kaget. Aldan menatap Darren dengan tatapan ingin membunuh, sedangkan Keira mengelus dadanya berkali-kali. "Ck ngagetin," dengus Keira. "Lo sakit Kei? Apanya yang sakit? Kita ke Dokter ya Kei?" tanya Darren beruntun. Keira menghembuskan nafas kasar dan membatin, "kenapa gue harus di kelilingi orang-orang posesive sih." "Nggak usah kak, tenang aja kali!" jawab Keira setenang mungkin. "Beneran?" Darren meyakinkan. "Iya kak," "Panas 38.5°C, tisu bekas mimisan di dalam dan di sekitar tempat sampah." Ucap Aldan yang kembali memainkan ponsel Keira. "Kok?" "Lo mimisan Kei?" tanya Darren panik. "Duh, sikunmamer ngapain sih liatin tempat sampah gue, kuker banget. Sialan emang! Kan ribet!" dumel keira dalam hati. "Jawab Kei!" sentak Darren yang membuat keira kaget setengah mati. "Njir, nggak kakak nggak sikunmamer sukanya bentak-bentak mulu." batin Keira. "Iya," jawab Keira malas. "Lo gak sakit parah kan?" "Njirrr, sakit parah apa coba maksudnya?" batin Keira. "Maksudnya?" tanya keira bingung. "Ya Lo nggak sakit parah kaya yang di film-film gitu kan?" "Ck. Eng. . .enggak lah" jawab Keira tergugup-gugup. "Ketos tapi demen sinetron, njir" celetuk Aldan "Film sama sinetron itu beda mas!" jawab Darren. "Bodoamat. Ora urus!" "Serah lo!" . "Kak turun yuk," ajak Keira pada Darren. "Yaudah ayok," jawab Darren. "Gendong kak," pinta Keira memasang puppy eyes nya. Aldan yang mendengar rengekan Keira buru-buru memasukkan ponselnya ke dalam saku celana sebelah kiri dan langsung jongkok di depan Keira. "Gue aja yang gendong" ucap Aldan. "Gamau, maunya sama kak Darren" tolak Keira. Aldan mendengus kesal, sedang Darren tersenyum manis pada Keira seraya berjalan kearah Keira dan kemudian jongkok dihadapan Keira. Keira mengalungkan tangannya di leher Darren. "Yeeeyyy di gendong kakak. Horeeee.. " sorak Keira. Aldan berdecak dan berjalan mendahului Darren yang sedang menggendong Keira. . Setibanya di depan TV, Darren menurunkan Keira dari gendongannya. "Gendong lo serasa bawa dosa, ada tapi nggak berasa" ungkap Darren yang di hadiahi toyoran dari Keira. "Sialan lo!" sungut Keira. "Hahahahaha, eh gue mandi dulu, gerah banget nih." ucap Darren. Aldan hanya berdehem, sedang Keira menganggukkan kepalanya. . . . Tak selang beberapa lama bel rumah Keira berbunyi. "Bentar," ucap Aldan seraya berdiri dan berlalu menuju pintu ruang depan. "Ini mas pesanannya, semuanya jadi Rp 97.000 mas," ucap kurir makanan tersebut. Aldan menerima pesanannya dan merogoh kantongnya. "Ini mas," ucap Aldan memberikan uang pada kurir tersebut. "Terimakasih mas, mari." pamit kurir makanan itu. Aldan hanya mengangguk dan tersenyum tipis. . "Sotonya udah dateng. Kamu tunggu di sini bentar ya, aku siapin dulu," kata Aldan yang kemudian berlalu menuju dapur. . Aldan membawa satu gelas air putih, satu mangkok soto, dan satu piring nasi. "Minum dulu," kata Aldan sambil menyodorkan satu gelas air pada Keira. Keira menerimanya dan segera meminumnya sampai separuh gelas. "Udah?" tanya Aldan? Keira menganggukkan kepalanya dua kali. Aldan mengambil alih gelas yang di pegang Keira dan menaruhnya di meja. "Sekarang makan, aku suapin," kata Aldan mulai menyendokan soto dan nasi. "Nggak usah di suapin. Gue bisa makan sendiri kok," tolak Keira sambil mengambil alih sendok dan garbu yang ada di tangan Aldan. Aldan mengangguk. Keira mulai menyendokkan nasi dan soto secara bergantian. Mengunyahnya kemudian menelannya dengan pelan-pelan. "Seret, Al," kata Keira. Aldan dengan sigap langsung memberikan air pada Keira dan berkata, "minun dulu," Keira menerima gelas tersebut dan menganggukkan kepalanya dua kali. "Gue udah kenyang, Al," kata Keira setelah selesai minum. "Kamu baru makan 3 sendok loh, Kei. Masa udah kenyang?" "Perut gue berasa sebah, Al," "Yaudah, nanti lagi makannya," [Hening] Keira menyandarkan tubuhnya kesofa, sedangkan Aldan fokus pada ponsel milik Keira. Sedari tadi Aldan sedang menstalker semua akun sosmed milik Keira. Mata Aldan menajam dan dahinya berkerut saat mendapati foto Keira bersama seorang cowok sepantarannya "ck 2 hari yang lalu" batin Aldan kesal. Aldan memperlebar penglihatannya, dan berusaha mengingat siapa cowok yang sedang berfoto dengan gadisnya tersebut. Setelah beberapa saat Aldan baru ingat bahwa cowok tersebut adalah Revan. "Kamu bohongin aku ya, Kei?" tanya Aldan. "Mampus gue, apa jangan-jangan gue ketahuan kalo lagi pura-pura sakit" batin Keira cemas. "Ma. . .maksud lo?" tanya Keira gugup. "Kamu bohongin aku!?" ulang Aldan dengan nada datar. "Bohong apa?" tanya Keira was-was. "Kemaren kamu bilang kalau kamu ada latihan tambahan buat kompetensi minggu ini. Padahal kemaren kamu malah ketemu + peluk-pelukan sama Revan," jelas Aldan dengan kedatarannya. Keira diam tak menjawab. Keira justru takut dengan kedataran Aldan, dan malah tambah berani dengan Aldan saat Aldan mulai emosi. "Mampus aja deh lo Kei, kalo udah ngulkas gini lo bisa apa? Joget ppap ala dijah yelow. Oh helooo!" runtuk Keira dalam hati. "Kenapa diem aja? Aku tau kok kalau bagi kamu, Revan itu malaikat sedangkan aku itu cuma pengganggu buat kamu. Aku juga tau kalau aku itu nggak ada artinya buat kamu. Tapi asal kamu tau ya Kei, kamu itu segalanya buat aku! Aku sayang sama kamu! [Aldan mendengus pelan] [mencoba mengontrol emosinya] Yaudah. Ini hp kamu. Maaf kalau aku lancang ngobrak-abrik privasi kamu. Maaf juga karena aku udah baca curhatan kamu sama temen-temen kamu soal hubungan yang nggak pernah kamu harapin ini. Aku pergi dulu, mau latihan basket buat pertandingan lusa. Kamu istirahat dan jangan lupa minum obat, cepat sembuh." ucap Aldan yang diakhiri dengan kecup kening buat Keira. Keira diam mematung, ada rasa iba di relungnya. Tapi Keira terlalu gengsi untuk semua itu, benteng yang telah di bangun untuk tidak memberikan rasanya pada Aldan terbentuk terlalu tinggi dan kokoh, dan tidak akan mudah runtuh begitu saja. Dan untung saja, chat.an nya dengan Gaga tadi sudah di hapus.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN